LPM INAIS Menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal

Institut Agama Islam Sahid – Pada hari selasa, 19 Oktober 2021, Lembaga Penjaminan Mutu INAIS menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal bagi pejabat struktural di lingkungan INAIS. Menurut Kepala LPM, Bapak Samsul Huda, M.Si., Budaya Mutu merupakan suatu hal yang utama dalam operasioanl Perguruan Tinggi, tidak terlepas dengan Institut Agama Islam Sahid Bogor yang terus berbenah guna mewujudkan Visi Institusi yang mengusung Moto ”Unggul Berdaya Saing dan Berwawasan Wirausaha Muslim”.

Read more
Foto: PKM PGMI

Dekan FITK INAIS Buka Sarasehan Keterampilan Menulis untuk Guru

Gunung Menyan, INAIS – Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor, Dr. Joko Trimulyo, SH, M.Pd, membuka kegiatan “Sarasehan Pengembangan Pendidikan Karakter Guru PAUD Melalui Keterampilan Menulis”. Acara berlangsung di Bale Edi Kampus INAIS Gunung Menyan, Pamijahan, Bogor, Kamis (14/10/2021).

Kegiatan pengembangan pendidikan karakter guru PAUD dan juga guru MI melalui keterampilan menulis ini diselenggarakan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). “INAIS sebagai sebuah perguruan tinggi juga tak luput dari kewajiban melaksanakan PKM untuk masyarakat, khususnya masyarakat sekitar kampus,” terang Joko Trimulyo.

Sarasehan ini menghadirkan dua narasumber/instruktur yaitu Dr. A. Abbas Arby, M.Hum dan Ir. H. Rusdiono, M.Pd. Keduanya dosen FITK INAIS Bogor, yang juga berpengalaman di bidang jurnalistik dan penulisan buku.

Pelatihan menulis ini diikuti sekitar 40 guru PAUD dan MI (Madrasah Ibtidaiyah) di wilayah Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

“Saya bersyukur bisa menghadiri acara pelatihan yang diadakan oleh INAIS dengan narasumber yang ahli dan pengalaman di bidangnya,” ujar Nita.

Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Aziz Pamijahan, Bogor, ini dengan antusias mengikuti sarasehan yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor.

“Pendidikan apa yang bapak rekomendasikan untuk anak-anak kami agar mereka bisa menulis,” ujar Nita pada sesi tanya jawab.

Sementara itu rekannya, Yuni, guru PAUD As-Salam, Pamijahan, menanyakan bagaimana cara agar anak-anak gemar menulis. “Bagaimana caranya agar anak-anak jika memperoleh PR atau tugas menulis dari sekolah bisa mengerjakannya dengan perasaan senang?” tanyanya.

Sedangkan Neneng, guru PAUD Azkiya, Pamijahan, mengeluhkan kesulitannya setiap akan memulai menulis. “Dari mana kita harus memulai?” tandasnya.

“Keterampilan menulis bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk guru. Bahkan bisa dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga sembari mengasuh anaknya. Ini yang dilakukan oleh JK Rowling, penulis novel spektakuler Harry Potter,” ujar Rusdiono.

Menurutnya, keterampilan menulis bisa diasah melalui latihan menulis. “Teruslah berlatih menulis. Jangan merasa bosan. Jika terus berlatih lama-lama kita akan terbiasa dan terampil menulis,” ujar pria yang pernah menjadi wartawan harian umum Republika.

Keterampilan menulis tidak membutuhkan pendidikan khusus, yang penting ada kemauan kuat. Mempunyai passion untuk menulis. “Lulusan program studi apa saja bisa menjadi penulis,” papar sarjana lulusan IPB University itu.

Kendati demikian, menjawab pertanyaan Nita, ia merekomendasikan program studi Sastra Indonesia, Komunikasi, dan Jurnalistik untuk bekal keterampilan menulis. “Alhamdulillah di kampus INAIS ini ada program studi KPI, Komunikasi Penyiaran Islam. Saya merekomendasikan anak ibu-ibu dan bapak-bapak untuk kuliah di sini agar bisa menulis, menjadi wartawan,” ujarnya.

Menurut Pemimpin Redaksi gontornews.com itu, menulis itu harus direncanakan. “Tentukan temanya, kemudian buat online atau kerangka tulisannya. Kumpulkan bahan-bahannya, baik melalui buku referensi, wawancara, diskusi maupun observasi,” terangnya.

“Mulailah menulis dari apa yang ada di kepala kita, dari yang terlintas di pikiran kita,” jelas Rusdiono menjawab pertanyaan Neneng. “Jangan takut untuk memulai menulis.”

Menjawab pertanyaan Yuni, Rusdiono menyebutkan, bekal menulis yang paling baik ialah membaca. “Jika ingin mudah menulis, banyaklah membaca. Budayakanlah gemar membaca di rumah. Orangtua di rumah harus rajin membaca agar anak-anak menirunya. Jika anak gemar membaca ia akan gampang menulis,” papar pria yang telah mengantongi sertifikat “Wartawan Utama” dari Dewan Pers itu. [rus]

Sharing Session Dosen FITK INAIS

Institut Agama Islam Sahid – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Sahid Bogor menggelar kegiatan Sharing Session Dosen FITK pada semester ganjil Tahun Akademik 2021-2022. Kegiatan ini merupakan ajang pertemuan antardosen secara daring melalui Zoom Meeting, sebagai wahana untuk bertukar pendapat dan pemikiran mengenai berbagai hal yang menjadi perhatian atau pembicaraan hangat di masyarakat.

Read more

Akademisi INAIS Bogor Gelar Penyuluhan Kader Posyandu Untuk Cegah Stunting

INAIS Bogor – Institut Agama Islam Sahid bersama kader posyandu Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea mengelar penyuluhan tentang stunting di aula desa pada Sabtu 11 September 2021. Kegiatan bertujuan meningkatkan Peran kader Pembangunan manusia dalam penanganan dan pencegahan STUNTING pada anak usia dini.

Menurut data Dinas Kesehatan kabupaten Bogor pada 2019, jumblah pengidap gizi buruk di Babupaten Bogor mencapai 100 orang pengidap gizi buruk, atau sekitar 0,0017% dari 577,656 balita yang menjadi sasaran.

Sementara balita yang ditimbang di Kabupaten Bogor mencapai 454,433(Diskominfo Kabupaten Bogor 6 Maret 2020).

Masalah pengidap gizi buruk kompleks mulai dari nutrisi, penyakit penyerta, masalah sosial, ekonomi, budaya masyarakat/kebiasaan dan faktor lingkungan tempat tinggal, juga berpengaruh sehingga intervensi penagananya harus konprehensif dan lintas sektoral.

Dr.Zaenal Abidin, M.Si mengatakan secara umum penanganan gizi buruk dan stanting ada 2 tahapan. Pertama, penanganan spesifik artinya pendekatan pelayanan kesehatan, teknis kesehatan dan ini hanya menyumbangkan 30% saja angka keberhasilan menurut riset penanggulangan masalah gizi buruk, sedangkan sisanya 70% ini ada dimasalah sesitif atau tahapan kedua yaitu penanggulangan dari berbagai sektor.

Ia menambahkan, selain kurangnya asupan nutrisi penderita gizi buruk juga disebabkan faktor penyerta atau penyakit bawaan.

“Dalam mencegah STUNTING akibat asupan gizi yang kurang dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Cinangka Rohman, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh mahasiswa INAIS bersama kader posyandu dalam memberi pemahaman tentang STUNTING kepada warga.

“Semoga dengan digelarnya pemahaman dan pencegahan STUNTING kepada warga dapat menurunkan angka gizi buruk di desa,” ungkapnya.

Peresmian Kampung Ramah Lingkungan Tugu Resssik Bersama Mahasiswa KKN 2021 Desa Cibitung Tengah

Sabtu (25/09/2021) – Peserta Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Institut Agama Islam Sahid Bogor Tahun 2021 Kelompok Desa Cibitung Tengah berhasil melaksanakan salah satu program utamanya yaitu realisasi Kampung Ramah Lingkungan atau KRL di Desa Cibitung Tengah.

Kampung Ramah Lingkungan (KRL) merupakan sebuah program pemeliharaan lingkungan yang dilakukan Pemerintahan Kabupaten Bogor melalui pemerintahan daerah dari yang semula lingkungan kumuh menjadi daerah yang lebih bersih, sehat, dan hijau.

Satgas Lingkungan Hidup Kecamatan Tenjolaya bersinergi dengan mahasiswa KKN INAIS 2021 Kelompok Desa Cibitung Tengah dalam merealisasikan Kampung Ramah Lingkungan Tugu Resssik tepatnya di RW 05 Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya.

Dengan mengusung nama Kampung Ramah Lingkugan (KRL) Tugu Ressik diharapkan menjadi sebuah ciri khas dan realisasi program lingkungan dapat terwujud dengan baik. Resik diambil dari tatanan bahasa Sunda yang berarti “Bersih” sedangkan Resssik merupakan sebuah akronim yang memiliki konotasi Rindang pohonnya; Elok, indah dilihatnya; Subur tanahnya; Segar suasana, buah, dan sayurannya; Sehat udaranya; Inovatif dalam pengelolaannya; Katineng akhirnya.

Terdapat 4 program utama dalam pelaksanaan Kampung Ramah Lingkungan, diantaranya pengolahan sampah dengan pembuatan ecobrik (sampah anorganik) dan pembuatan komposter (sampah organik); penataan lingkungan, penghijauan, dan koservasi dengan adanya program One Billion for Indonesia Tree (OBIT), pembersihan areal jalan dan sungai, pembuatan lubang biopori, dan penataan jalan; sanitasi dengan pengelolaan air bersih; serta wisata dan peningkatan ekonomi masyarakat dengan pengembangan UMKM setempat, pengelolaan taman jalan, dan pembuatan loka karya.

Kampung Ramah Lingkungan Tugu Resssik diresmikan secara langsung oleh Sekretaris Desa Cibitung Tengah, Ibu Robiati Sari, S.IP, dengan adanya pengguntingan pita dan penandatanganan secara simbolis. Acara dihadiri langsung oleh Dewan Pembimbing Lapangan KKN INAIS 2021 Desa Cibitung Tengah, Bapak Dr. Zaenal Abidin, M.Si, Satgas Lingkungan Hidup Kecamatan Tenjolaya, Ibu Neng Rita Kurniawati, S.Pd, dan masyarakat RW 05 di Desa Cibitung Tengah.

Harapannya dengan diresmikannya Kampung Ramah Lingkungan Tugu Resssik, masyarakat di Desa Cibitung Tengah mulai menyadari dan menerapkan gaya hidup yang bersih dan sehat serta menjadi icon bagi wilayah lain dalam menjaga lingkungan sekitar.

KKN INAIS 2021 MENUJU 10 DESA BERSIH, SEHAT DAN HIJAU

INAIS – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor, hari Senin 23 Agustus 2021 melaksanakan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara hybrid, yakni secara online melalui zoom meeting dan offline dari Auditorium Bale Edi Raya Kampus INAIS Bogor. KKN INAIS 2021 akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, mulai tanggal 23 Agustus sampai dengan 23 September 2021.

Kegiatan pembekalan dan pelepasan KKN INAIS 2021, diawali dengan laporan Miftakhul Anwar, B.Sh., MA selaku Ketua Panitia, dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Muhammad Zainal Arifin, M.Pd. selaku Kepala LPPM INAIS Bogor, dan pembekalan diberikan oleh petugas atau pejabat dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Bogor. Pembekalan materi tentang kesehatan disampaikan oleh team satgas Covid 19 dari Puskesmas Kecamatan Pamijahan yang diwakili oleh Ibu Mahfira Fitra Aprilia, S.Km. sementara dari Ibu N. Enda Danawati, SP dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Wilayah V meliput Kecamatan Cibungbulang, Pamijahan, Tenjolaya dan Ciampea Kabupaten Bogor, menyampaikan materi pembekalan tentang budi daya magot atau black soldier fly (BSF) atau hermetia ilucens, stratimidae, diptera.

Sekitar 117 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FIDK) serta mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dari semua program studi sebagai peserta KKN INAIS 2021 ini disebar di 10 desa di 5 kecamatan yang ada di lingkar kampus INAIS Bogor, masing-masing adalah Desa Pamijahan dan Desa Gunung Sari Kecamatan Pamijahan, Desa Dukuh dan Desa Ciaruteun Ilir Kecamatan Cibungbulang, Desa Bojong Jengkol dan Desa Cinangka Kecamatan Ciampea, Desa Cibitung Tengah dan Desa Cinangneng Kecamatan Tenjolaya, serta Desa Karehkel dan Desa Puraseda Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor.

Tema kegiatan KKN INAIS 2021 ini adalah melalui KKN INAIS 2021 menuju Desa Bersih, Sehat dan Hijau. Pilosofinya bahwa lingkungan sehat adalah lingkungan yang bersih, dengan udara bersih dan segar, tanah yang subur, sumber air yang bersih, air sungai yang mengalir terlihat bersih dan jernih, sampah tidak berserakan, banyak tumbuhan hijau yang tumbuh dengan subur. Membangun desa bersih adalah menperbaiki desa yang kotor menjadi bagus dan indah dipandang. Sedangkan sehat dimaknai sebagai sehat jasmani dan rohani, apalagi dimasa pandemic Covid 19 ini, kesehatan menjadi sesuatu yang sangat mahal, oleh karena itu melalui kegiatan KKN INAIS diharapkan peserta dalam hal ini mahasiswa bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat yang masih sering mengabaikan protokol kesempatan, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Kemudian desa hijau merupakan desa yang menerapkan asas pembangunan berkelanjutan melalui pelestarian fungsi lingkungan baik komponen abiotik, biotik maupun sosial, ekonomi, budaya serta kesehatan masyarakat.

Rektor INAIS Bogor, Dr. H. Imdadun Rahmat, M.Si, melalui sambungan zoom meeting, memberikan arahan sekaligus pelepasan peserta KKN INAIS 2021 yang sebagian hadir mewakili kelompoknya masing-masing di auditorium Bale Edi Raya dan anggota kelompok lainnya beserta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bergabung secara online. Konsep hybrid yang dilakukan pada kegiatan KKN INAIS 2021 ini merupakan cara menyiasati kondisi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang hingga saat ini masih berlangsung di wilayah Kabupaten Bogor, sementara program pengabdian masyarakat bagi mahasiswa INAIS harus tetap dilaksanakan. (bpm23.08.2021)

Mengajak Alumni INAIS Prodi Manajemen dan Bisnis Islam untuk Mengisi Tracer Study

INAIS – Masih ingatkah kamu dengan almamatermu? Masih ingatkah kamu saat pertama kali aku, kamu, dan kita semua bertemu? di sini, di kampus ini. Kampus Perjuangan, INAIS Tercinta…

Hai kamu alumni INAIS Program Study Manajemen dan Bisnis Islam sekarang giliranmu untuk mengisi kuesioner tracer study. Masih belum tahu apa itu Tracer Study?

 ” Tracer Study merupakan salah satu metode yang digunakan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia. khususnya untuk memperolah umpan balik dari alumni. Umpan balik yang diperolah dari alumni ini dibutuhkan oleh perguruan tinggi untuk evaluasi dalam rangka pengembangan kualitas dan sistem pendidikan. Umpan balik in idapat bermanfaat pula bagi perguruan tinggi untuk memetakan dunia usaha dan industri agar jeda anatara kompetensi yang diperoleh alumni saat kuliah dengan tuntutan dunia kerja dapat diperkecil.

Dalam rangka peningkatan jalinan komunikasi dengan para alumni dan untuk mengetahui peran alumni dalam dunia kerja serta sebagai salah satu standart akreditasi program study Manajemen dan Bisnis Islam INAIS Bogor, maka bersama ini kami meminta Lulusan Program Study Manajemen dan Bisnis Islam Institut Agama Sahid Bogor untuk dapat mengisi kuisioner Tracer Study.

Adapun pengisian dapat dilakukan mengklik Link di bawah ini ….

https://bit.ly/TracerStudyMBS_INAIS

Hasil studi pelacakan alumni dan survei kepuasan pengguna lulusan ini diperlukan untuk kebutuhan pengembangan INAIS Bogor, termasuk akreditasi, dan menjadi sarana informasi bagi mahasiswa, orang tua, dosen, dan masyarakat umum.

INAIS menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan para alumni ataupun pengguna lulusan INAIS.

Komunikasi Penyiaran Islam INAIS Bogor Gelar Pelatihan Dasar Dakwah

INAIS Bogor – Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Sahid Bogor menyelenggarakan kegiatan PELATIHAN DASAR DAKWAH – KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM 2021 (PDD KPI INAIS 2021).Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dilaksanakan setiap tahunnya yang diikuti oleh mahasiswa delegasi di Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi.

Acara yang berlangsung pada hari Senin, 23 September 2021 di Vila Dinasty Akasha Cimayang Pamijahan Bogor tersebut diikuti oleh 75 Mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Sahid Bogor dari semua angkatan.

Dokumentasi Kegiatan Pendidikan Dasar Dakwah

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Program Studi KPI, Ibu Febri Palupi Muslikhah, M.Si serta Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi, ibu Dr.Titien Yusnita, M.Si diharapkan dapat melahirkan generasi-generasi muda pendakwah yang cerdas, amanah dan bersedia menjadi agen perubahan di masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan mahasiswa KPI INAIS agar mampu berdakwah secara tatap muka di masyarakat. Dakwah atau syiar Agama Islam harus terus disosialisasikan untuk mengedukasi masyarakat khususnya di pedesaan Pamijahan.Kegiatan ini juga menghadirkan Nara sumber dan motivator, Bapak Rully Trihantana, S.Si., M,Si dan Bapak Tubagus Rifky Thantawi, S.H., M.Si.

Berbagi Kebahagiaan Melalui Takjil Gratis SERAMBI 2021

INAIS Bogor – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (BEM FEBI) INAIS Bogor bersama Himpunan Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah (HIMA PBS) dan Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah (HIMA MBS) menyelenggarakan salah satu rangkaian acara Semarak Ramadan FEBI (SERAMBI) 2021 yaitu Berbagi Takjil.

Berbagi Takjil dilaksanakan saat menjelang magrib di lingkungan sekitar Institut Agama Islam Sahid Bogor. Terdapat 100 bungkus takjil yang dibagikan kepada masyarakat sekitar. Antusias Panitia SERAMBI 2021 dan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan kegiatan ini begitu tinggi sehingga tidak butuh waktu yang lama, takjil yang dibagikan selesai dengan waktu yang cukup singkat.

Read more