INAIS Hadir Rapat Monitoring dan Evaluasi YWSK

Bogor, Dalam masa pandemi Covid – 19 yang tak kunjung mereda masyarakat dituntut untuk menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan langkah – langkah 3M yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

Yayasan Wakaf Sahid Khusnul Khotimah menyelenggarakan rapat monitoring dan evaluasi bersama jajaran pimpinan Yayasan Sahid Jaya hadir sebagai Ketua Umum YSJ Bp. Dr. Ir. H. Hariyadi B Soekamdani, MM, Dewan Pembina Ibu Hj. Sri Bimastuti Handayani Soekamdani dan Direktur Eksekutif Bp. Drs. H. Ahmad Sadjid Zen, MM, hadir pula dari INAIS yaitu Rektor INAIS Bp. Imdadun Rahmat beserta jajarannya, dari Pondok Pesantren Modern Sahid yaitu Pimpinan Harian Bp. Mohammad Luqman Kasno, S.Pd.I beserta jajaran dengan mentaati protocol kesehatan yang berlaku, Kamis, (22/10/20).

Monitoring dan Evaluasi ini di pimpin langsung oleh Ketua Umum YWSK yaitu Bp. Hariyadi BS yang bertempat di gedung Taman Sahid Jaya dan dihadiri oleh perwakilan lembaga yaitu dari Institute Agama Islam Sahid dan Pondok Pesantren Modern Sahid. Rapat kali ini mendengarkan laporan dari lembaga-lembaga dibawah Yayasan Sahid Jaya yang pertama pelaporan dilakukan oleh Lembaga Pondok Pesantren Modern Sahid membahas tentang optimalisasi pendidikan, pelayanan dan pengembangan Pondok Pesantren sekaligus pelaporan keuangan. Yang kedua Institute Agama Islam Sahid membahas tentang Bisnis Planing INAIS satu tahun kedepan.

INAIS Menyelenggarakan Taaruf Kampus Tahun 2020 Semi Daring

Bogor, Institute Agama Islam Sahid Bogor menyelenggarakan taaruf kampus mahasiswa baru (TAFKA) dilaksanakan semi daring selama dua hari yang bertempat di Bale Edi Raya Sabtu, (16/9/20). Hari pertama dilakukan melalui daring yang dihadiri oleh rektor INAIS dan beberapa pejabat struktural. Dalam kesempatan itu rektor memberikan sambutan dan pembekalan tentang ciri dan karakter akademisi, rektor mendorong […]

INAIS Gelar Webinar Soal Implementasi New Normal Dalam Dunia Pendidikan Kampus dan Pesantren

Bogor, Pemerintah saat ini tengah mengkaji aturan new normal di sektor dunia pendidikan kampus dan pesantren. Salah satu opsi yang muncul adalah aturan tentang hanya sekolah dan perguruan tinggi di daerah dengan status hijau yang boleh menggelar proses belajar menggajar secara tatap muka. Itupun tetap dengan syarat harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah di tetapkan.

Kampus INAIS menggelar kegiatan webinar dengan tema “Implementasi New Normal Dalam Dunia Pendidikan Kampus dan Pesantren” dengan narasumber Hj. Sri Bimastuti Handayani B. Sukamdani (Dewan Pembina YWSHK), Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M. Si (Rektor INAIS), Dr. Mamat S. Burhanuddin ( Ksubdit Pengembangan Akademik Direktoran Jenderal Pendidikan Islam), Maya Sugandi (Praktisi Pendidikan Pesantren dengan keynote Speech Dr. H. Hariadi B. Sukamdani ( Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)) yyang dilaksanak pada hari Kamis,(18/6/20).

INAIS kini sedang mematangkan dua skenario menghadapi era new normal. Yang pertama adalah blended learning dimana kuliah ini dilakukan secara kombinasi antara tatap muka dan daring. Skenario ini berlaku dengan asumsi pandemic sudah mereda. Mahasiswa akan berada di kampus melanjutkan belajar secara daring untuk kedepannya, selanjutnya dirumah masing masing ujar Rektor INAIS Imdadun Rahmat.

Tetapi jika ternyata pandemi belum mereda, maka mau tidak mau proses belajar mengajar selama satu semester akan dilakukan sepenuhnya secara daring. “ Keselamatan dan kesehatan seluruh warga kampus adalah yang paling utama”, tegas Imdadun Rahmat.

Kini tantangannya adalah menyiapkan SDM yang mampu adaptif dalam era seperti new normal. Khusus bagi perguruan tinggi bagaimana dalam mencetak lulusan melibatkan proses pembelajaran yang menitik beratkan pada penggunaan teknologi canggih, namun sekaligus berpusat pada manusia yang mengutamakan proses pendidikan dengan cara interaktif, komunikasi dua arah, kolaboratif dan didasari semangat long life learning, papar S.B. Handayani

Basis-basis pendidikan di Indonesia mulai dari sekolah, universitas, hingga pondok pesantren di tengah wabah corona (Covid-19) tidak hanya mereformasi ulang sistem pembelajaran yang telah ada. Namun juga harus memulai kembali dengan berbagai skenario terbaru dan juga dipaksa untuk beradaptasi. Jika skenario kenormalan baru (new normal) benar-benar diberlakukan oleh pemerintah, dampaknya tidak hanya terjadi di ranah pendidikan formal seperti sekolah negeri dan perguruan tinggi, tetapi juga pendidikan di pesantren.

Posisi pendidikan di pesantren sebagai lembaga non-formal dan klasikal memang harus diperhatikan oleh pemerintah terutama di masa pandemi corona seperti sekarang ini. Sebab kontribusi pesantren dalam bingkai pembangunan bangsa dan negara tidak bisa dinilai dengan angka. Bahwa pesantren merupakan laboratorium sosial kemasyarakatan. Selain untuk memperdalam dan memperkuat pendidikan agama untuk anak, pesantren juga mempunyai misi untuk melatih anak agar hidup mandiri dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan dengan baik sebagai bekal untuk hidup di masyarakat. Maka sangat penting kehadiran Negara dalam mengaplikasikan kenormalan baru serta Koordinasi dan kerjasama antara pemerintah pusat dengan daerah ke depan harus lebih diperkuat ujar Dr. H. Hariyadi.

Reported by: Syarif Zakky Azizi

Kuliah dari Rumah di Masa Pandemi COVID-19, Ini Suara Hati Mahasiswa PIAUD INAIS!

Bogor – Sudah hampir tiga bulan ini perkuliahan di Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor berlangsung secara daring (online). Hal ini dilakukan demi memutus atau menahan laju penularan virus corona (COVID-19). Tentu tidak gampang menjalani kuliah secara daring ini. Ada plus minusnya. Berikut suara hati para mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) INAIS.

Wardianti, Mahasiswa Semester 6:

Menurut saya kuliah online ini ada sisi kekurangan dan kelebihannya. Kekurangannya: kuota dan sinyal harus mendukung, bagi saya sendiri materi lebih jelas diterangkan pada perkuliahan tatap muka (lebih dimengerti).

Kelebihannya: saya dipaksa lebih melek teknologi dengan berbagai macam aplikasi cara pembelajaran online, hal ini otomatis menambah pengetahuan. Selain itu, waktu perkuliahan daring bisa dilakukan sambil mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga.

Irna Indriyani, Mahasiswa Semester 4:

Semenjak kuliah online dimulai saya pribadi merasa diuntungkan karena untuk pulang pergi kuliah tidak memerlukan ongkos. Ongkos kuliah tidak sedikit dan saya tidak khawatir untuk pulang, yang kalau kuliah langsung bisanya pulang sore dan sudah tidak ada angkot.

Pembelajaran online ini saya rasa kurang efektif karena sering terjadi kendala sinyal. Jadi, saya berharap pandemi Corona ini segera berakhir agar kita dapat menjalani pembelajaran di kelas seperti biasa.

Ani Widayanti, Mahasiswa Semester 2:

Kuliah online itu ada enak dan ada tidak enaknya. Enaknya kuliah online itu bisa sambil mengasuh anak, tidak bolak-balik ke kampus. Tidak enaknya, kadang jaringannya tidak mendukung, apa yang dijelaskan dosen kadang tidak dipahami.

Siti Nuraeni Indriyani, Mahasiswa Semester 2:

Kuliah online cukup menyenangkan meski harus diakui mahasiswa merasa terbebani dengan tugas yang banyak. Hal lainnya, belajar dari rumah mudah memunculkan perasaan bosan, sebab kita tidak bisa berinteraksi langsung dengan teman-teman sekelas. Meski membosankan, tapi kita harus tetap disiplin melaksanakan kuliah demi kebaikan bersama. Pesan saya agar efektivitas pemberian materi lebih diperhatikan. []

Reported by: Ir. Rusdiono Mukri

Prodi PIAUD INAIS Bogor Gelar Khataman Qur’an di Masa Pandemi COVID-19

Bogor – Rabu (20/5), bertepatan dengan tanggal 27 Ramadhan 1411Program Studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor menggelar acara Khataman Qur’an. Khataman di masa pandemi COVID-19 ini dilakukan secara daring (online) dengan aplikasi zoom.

“Acara ini kita gelar memanfaatkan momentum bulan Ramadhan yang penuh berkah,” ujar Ketua Prodi PIAUD INAIS Tita Hasanah, M.Si yang bertindak sebagai host.

Acara khataman ini dihadiri sejumlah dosen, baik dari Prodi PIAUD maupun Prodi lain seperti Prodi MPI (Manajemen Pendidikan Islam) dan Prodi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), serta sejumlah mahasiswa PIAUD.

Acara khataman yang digelar ba’da Ashar ini diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Zulfikar Ismail, Lc, MA, langsung dari Tunis, Tunisia. Dosen INAIS yang sedang menempuh program doktor (S3) di Tunis itu menyampaikan tausiyah tentang “Malam Lailatul Qadar” merujuk pada tafsir Asy-Sya’rawi. “Menurut Asy-Sya’rawi ganjaran pahala seribu bulan itu bermakna banyak, bukan makna waktu seribu bulan atau 80 tahun. Orang Arab biasa menggunakan istilah seribu untuk menunjuk sesuatu yang banyak, sebagaimana kita mengucapkan istilah ‘ribuan terima kasih’. Ribuan terima kasih bukan berarti kita mengucapkan seribu kali terima kasih,” terang Ustadz Zulfikar.

Tidak hanya menyampaikan tausiyah, Ustadz Zul yang juga Ketua Prodi PGMI itu juga didaulat untuk memimpin khataman dan membaca doa Khataman Qur’an.

Pembacaan doa juga dilakukan oleh Syamsul Huda MSi, dosen Prodi MPI yang juga menjabat ketua LPM (Lembaga Penjaminan Mutu) INAIS. Doa ini sekaligus menutup rangkaian acara Khataman Qur’an INAIS Bogor. []

Reported by: Ir. Rusdiono Mukri

INAIS Berlakukan Kuliah dari Rumah, Begini Pandangan Rektor INAIS

INAIS, Pandemi Corona tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi. Namun juga berdampak pada dunia Pendidikan.

INAIS sudah menerapkan kebijakan kuliah dari rumah sejak adanya Surat Edaran dari Kementerian Agama dan sejumlah kebijakan lainnya dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan Social Distancing upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Kamis (2/4).

“Penerapan kuliah dari rumah ini akan berlangsung cukup lama, berdasarkan surat edaran Kementerian Agama kuliah dari rumah diberlakukan sampai akhir semester genap. Sehingga dari awal bulan Maret hingga Juni sampai Ujian Akhir Semester Genap itu ditempuh melalui kuliah dari rumah.” Ujar Rektor INAIS.

Pembelajaran daring (online)

Pembelajaran daring (online) yang telah diterapkan oleh sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia mengundang sejumlah pandangan yang variatif. Dalam kacamata Rektor INAIS, menurutnya kebijakan kuliah dari rumah ini mengandung tantangan yang cukup berat.

Pertama dari sisi kualitas, tentu dibandingkan dengan perkuliahan tatap muka, intensitas pendalaman pemahaman mahasiswa, transmisi ilmu pengetahuan dari dosen ke mahasiswa itu jelas akan menurun dibandingkan dengan tatap muka secara langsung” jelas Rektor.

Selain itu pak Imdadun menerangkan bahwa kebijakan kuliah dari rumah ini mengundang sejumlah tutuntan bagi mahasiswa dan dosen.  “Mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif, kreatif membaca sendiri mencari bahan bahan yang terkait dengan matakuliah sendiri sehingga dapat menambal kekurangan atau kelemahan kuliah dari rumah” jelas pak Imdadun.

“Para dosen juga diharapkan untuk terus memberikan input kepada mahasiswa dalam bentuk bahan-bahan bacaan” lanjutnya.

“Yang kedua tantangan dari kesulitan-kesulitan atau teknis, kita tahu bahwa mahasiswa INAIS tinggal di sekitar Gunung Menyan. Dimana terdapat kesulitas geografis, sinyalnya sangat lemah, sehingga ini juga menjadi kesulitan sendiri untuk menerapkan teleconference. Ini juga perlu diperhatikan oleh para dosen, agar semua target tema, topik dan bahan pembelajaran itu tersampaikan semua dan bagaimana caranya agar tingkat pemahaman dan penguasaan mahasiswa terhadap materi itu juga bisa dimaksilmalkan. Ini yang harus terus difikirkan bagaimana cara terbaik mengatasi masalah ini” jelas Rektor.

Dalam paparannya Rektor INAIS mengatakan bahwa INAIS tetap berkomitmen untuk terus mempertahankan kualitas pembelajaran agar lulusan INAIS benar-benar memiliki kualifikasi baik dari sisi kemampuan penguasaan materi, daya nalar yang kritis, kemampuan analisis, karakter-karakter kepemimpinan dan tanggung jawab serta yang terpenting adalah karakter entrepreneurship harus terus diperbaiki dalam situasi darurat apapun. Hal tersebut terus menjadi komitmen INAIS agar kualitas INAIS tetap meningkat dari hari ke hari.

“Saya sebagai pimpinan INAIS juga terus mengingatkan para dekan, para kepala prodi dan kepada para dosen untuk berusaha dengan sebaik-baiknya agar di tengah situasi kedaruratan ini kita bisa meminimalisir hambatan yang menyebabkan menurunnya kualitas Pendidikan akademik dan pengajaran di INAIS” tutur Rektor.

Corona Mewabah, Mahasiswa Kuliah di Rumah

Mahasiswa INAIS Kuliah di Rumah

Bogor, INAIS terapkan kuliah dari rumah upaya mencegah penyebaran virus corona. Kamis (2/4). Di tengah merebaknya kasus penyebaran covid-19 yang terjadi saat ini tidak hanya membawa dampak bagi sektor ekonomi namun sektor Pendidikan di Indonesia ikut merasakan dampak pandemi virus corona.

Novel Coronavirus atau nama lainnya adalah Covid-19 menjadi pandemi yang mengancam nyawa manusia. Tidak sedikit yang menjadi korban Covid-19.  Wabah ini menjadi perhatian khusus Organisasi Kesehatan dunia WHO (World Health Organization).

Penyebaran virus corona yang begitu cepat dan sudah banyak merenggut korban jiwa mengundang kekhawatiran bagi para pemegang kebijakan (pemerintah) daerah dan pusat serta para orang tua siswa dan mahasiswa. Hal ini yang membuat sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar di sekolah dan perguruan tinggi untuk menghentikan rantai penyebaran virus corona kepada siswa dan mahasiswa sesuai instruksi pemerintah pusat.

mahasiswa kuliah di rumah

Hal tersebut menjadi alasan prioritas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mewajibkan lembaga Pendidikan untuk memberlakukan kegiatan pembelajaran secara daring (online). Kebijakan Mendikbud itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor: 36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Surat edaran tersebut ditandatangani Mendikbud pada Selasa (17/3/2020) informasi itu dikutip dari laman Twitter resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, @Kemdikbud_RI.  

Salah satu poin penting yang tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud adalah agar pegawai, guru, dosen, peserta didik, dan mahasiswa melakukan aktifitas belajar, mengajar (memberi materi kuliah) dari rumah, bekerja di rumah melalui video conference, digital documents, dan sarana daring lainnya yang menunjang aktifitas pembelajaran dengan tanpa mempengaruhi tingkat kehadiran siswa, mahasiswa, maupun tenaga pendidik.

Melalui instruksi pemerintah pusat upaya pencegahan virus corona di lingkungan INAIS, Rektor mengeluarkan kebijakan yang sama yaitu sistem perkuliahan secara daring (online) dengan tujuan untuk menghidarkan terjadinya kerumunan banyak orang yang menjadikan situasi rawan penyebaran covid-19. Hal ini juga sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Agama, Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia yang menyerukan bahwa Social Distancing harus dilakukan di lingkungan kampus.

“Kampus kalau proses pembelajaran itu dilakukan seperti biasa, maka resiko penyebaran virus akan tinggi, sehingga semua kampus harus melaksanakan pembelajaran di rumah dan ini telah dilakukan di INAIS” jelas Rektor INAIS.

“Untuk mengatasi masalah ini, pimpinan INAIS telah melakukan rapat dan pembicaraan cara yang efektif untuk menerapkan kuliah dari rumah” lanjutnya.

Pimpinan kampus INAIS pada rapat upaya menanggapi situasi covid-19 ini mencetuskan beberapa kebijakan terkait system perkuliahan dan pelaksanaan akademik sampai akhir semester Genap mendatang.

“Ada beberapa opsi, yang pertama yang sangat ideal adalah menggunakan fitur-fitur teleconference. Dosen dan para mahasiswa dapat berinteraksi langsung dalam mata kuliah dalam satu pembahasan dengan menggunkan teknologi yang ada. Alternatif kedua, bisa menggunakan fasilitas WA Grup. Alternatif ketiga adalah penugasan, namun penugasan ini merupakan alternatif yang tidak ideal jadi tidak boleh terus menerus kuliah di kampus diganti dengan tugas” jelas Rektor.

Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Agama Nomor: 697/03/2020 menginstruksikan kepada Perguruan Tinggi Islam agar proses perkuliahan hingga akhir semester genap tahun akademik 2019/2020 sepenuhnya dilakukan dalam jaringan (online).

Sistem pembelajaran daring (online) merupakan implementasi dari Pendidikan jarak jauh dengan dukungan jaringan internet dan sarana komunikasi laptop maupun gadget.

Selanjutnya, KABIRO Akademik menjelaskan mekanisme perkuliahan dari rumah sampai akhir semester genap ini.Proses perkuliahan daring di inais dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang tersedia, sperti zoom cloud meeting, google classroom, wag, cisco webexx, dan media sosial lainnya” jelas Kabiro Akademik INAIS, Pak Robi.

Selain itu, Kabiro Akademik juga menjelaskan bahwa dosen dapat memberikan materi dengan baik secara teleconference maupun pemberian materi langsung untuk didiskusikan bersama.

“Saya sendiri telah mempraktikan pembelajaran dari rumah dengan fitur teleconference dan alhamdulillah itu cukup lancar dan sudah 4 sesi saya melakukannya. Interaksi tanya jawab antara saya dan mahasiswa berlangsung cukup baik” ujar Rektor INAIS, pak Imdad sapaannya.

Sistem pembelajaran daring (online) tersebut diterapkan setelah keluarnya surat edaran rektor INAIS dengan mengacu pada surat edaran Kementerian Agama guna pencegahan Covid-19.

“Pelaksanaan kuliah dari rumah sesuai surat edaran sampai berakhir semester genap, namun tetap melihat perkembangan tentang covid-19” lanjut pak Robi.

Saat ini mahasiswa INAIS tengah menjalani Ujian Tengah Semester (UTS) secara daring sesuai instruksi pimpinan. Perkuliahan dari rumah tentu tidak terlepas dari pengawasan dosen dan pengajar agar tidak mengurangi kualitas pembelajaran akademik dengan tatap muka.

“Pembelajaran tersebut dimonitor oleh kaprodi masing-masing dengan cara setiap dosen melaporkan setiap kegiatannya kepada kaprodi dan diketahui oleh dekan setiap minggunya dengan tujuan untuk mempermudah pembelajaran” ujar pak Robi.