Hadis Mengangkat Tangan Ketika Sholat (Oleh : Ust. H. Miftakhul Anwar B.Sh., MA.) Dosen Institut Agama Islam Sahid Bogor

Hadis yang menerangkan mengangkat tangan dalam sholat secara umum terbagi menjadi dua, yaitu Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan telinga dan Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan pundak. Banyak hadis shohih yang menerangkan dua cara tersebut, sebagian ulama’ mengambil salah satu cara dari hadis dan ada pula yang mengkompromikan kedua jenis hadis agar tidak ada hadis yang ditinggalkan.

A- Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan telinga. diantaraya adalah :

1- Hadis riwayat Imam Muslim
عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ : أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَقَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ. رواه مسلم
Artinya : Dari Malik bin al-huwairist bahwasnya Rosulullah SAW. Ketika bertakbir (mengawali sholat) mengangkat kedua tanganya sejajar dengan kedua telinganya, ketika ruku’ mengangkat kedua tanganya sejajar dengan kedua telingny, dan ketika bangun dari ruku’ beliau mengucapka “ samiAllahu liman hamidah.” juga melakukan hal seperti itu. (HR. Muslim)
2- Hadis riwayat Muslim
عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ: أَنَّهُ ” رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَيْهِ حِينَ دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ كَبَّرَ، – وَصَفَ هَمَّامٌ حِيَالَ أُذُنَيْهِ – ثُمَّ الْتَحَفَ بِثَوْبِهِ، ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ أَخْرَجَ يَدَيْهِ مِنَ الثَّوْبِ، ثُمَّ رَفَعَهُمَا، ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ، فَلَمَّا قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَفَعَ يَدَيْهِ فَلَمَّا، سَجَدَ سَجَدَ بَيْنَ كَفَّيْهِ
Artinya : Dari wail bin hujr, bahwa ia melihat Nabi SAW. Mengangkat kedua tangnaya ketika masuk sholat dengan bertakbir – hamam menjelaskan Rosulullah mengngkat sampai sejajar kedua telingnya –

3- Hadis riwayat Abu dawud
عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ، قَالَ: قُلْتُ: لَأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ يُصَلِّي، قَالَ: فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَكَبَّرَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى حَاذَتَا أُذُنَيْهِ، ثُمَّ أَخَذَ شِمَالَهُ بِيَمِينِهِ فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ رَفَعَهُمَا مِثْلَ ذَلِكَ. رواه أبي داود
Artinya : Dari wail bin hujr berkata, sungguh saya melihat sholatnya Rosulullah SAW bagaimana beliau sholat. Wail berkata : Rosulullah berdiri kemudian menghadap kiblat dan bertakbir sambil mengangkat kedua tanganyasampai sejajar dengan kedua telinganya. Kemudian beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya. Ketka ingin ruku’ beliau mengangkat kedua tanganya seperti saat takbir awal. (HR. Abu Dawud)

4- Hadis riwayat An-nasai
عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ إِذَا كَبَّرَ، وَإِذَا رَكَعَ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ حَتَّى بَلَغَتَا فُرُوعَ أُذُنَيْهِ. رواه النسائي
Artinya : Dari malik bin Al-huwairis berkata, aku melihat Rosulullah SAW. Mengangkat kedua tangannya ketika takbir (awal sholat), ketika ruku’ dan ketika bangun dari Sholat . mangangkat kedua tanganya sampai bagian atas kedua telinga beliau. (HR. An-nasai).
5- Hadis riwayat hakim dan baihaqi
عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فَحَاذَى بِإِبْهَامَيْهِ أُذُنَيْهِ ثُمَّ رَكَعَ حَتَّى اسْتَقَرَّ كُلُّ مَفْصِلٍ مِنْهُ، وَانْحَطَّ بِالتَّكْبِيرِ حَتَّى سَبَقَتْ رُكْبَتَاهُ يَدَيْهِ» . رواه الحاكم والبيهقي. وقال الحاكم : هَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ.
Artinya : dari Anas ia berkata : aku melihat Rosulullah SAW. Bertakbir (memulai sholat) maka kedua ibu jari beliau sejajar dengan kedua telingnya, kemudian beliau ruku’ sehingga sendi-sendinya tidak bergerak (thuma’ninah) dan turun kebawah dengan takbir sehingga kedua lutunya mendahului kedua tangannya. (HR: Al-hakim dan Al-Baihaqi. Berkata Al-hakim, sanad hadis ini shohih sesuai syarat Imam Al-Bukhori dan Muslim)
Kelima hadis yang menyatakan Rosulullah SAW. mangangkat tanganya sejajar dengan telinga beliau ini derajatnnya Shohih semua

B- Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan kedua pundak, diantaraya adalah :
1- Hadis riwayat Imam Bukhori dan Muslim

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: ” رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ فِي الصَّلاَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَكُونَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ حِينَ يُكَبِّرُ لِلرُّكُوعِ، وَيَفْعَلُ ذَلِكَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ، وَيَقُولُ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، وَلاَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ ” رواه البخاري ومسلم
Dari Abdullah bin Umar RA. Berkata : aku melihat Rosulullah SAW. Ketika berdiri didalam sholat mengangkat kedua tanganya sampai sejajar kedua pundaknya. Dan beliau melakukan hal itu ketika takbir untuk ruku’ dan ketika bangun dari ruku’, dan beliau mengucapkan sami’allahu liman hamidah, dan tidak mengangkat kedua tanganya ketika akan sujud. (HR: Bukhori dan muslim)

2- Hadis riwayat Imam Muslim
عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ مَنْكِبَيْهِ، وَقَبْلَ أَنْ يَرْكَعَ، وَإِذَا رَفَعَ مِنَ الرُّكُوعِ، وَلَا يَرْفَعُهُمَا بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ» رواه ومسلم
Dari salim, dari ayahnya (abdullah bin Umar) berkata: aku melihat Rosulullah SAW. Ketika membuka/mengawali sholat beliau mengangkat kedua tanganya sampai sejajar dengan kedua pundaknya, dan beliau melakukan hal itu sebelum ruku’dan ketika bangun dari ruku’, beliau tidak melkukan hal itu diantara dua sujud. (HR Muslim)

3- Hadis riwayat Imam Abu dawud
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى تَكُونَ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ كَبَّرَ وَهُمَا كَذَلِكَ فَيَرْكَعُ، ثُمَّ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْفَعَ صُلْبَهُ رَفَعَهُمَا حَتَّى تَكُونَ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ وَلَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي السُّجُودِ وَيَرْفَعُهُمَا فِي كُلِّ تَكْبِيرَةٍ يُكَبِّرُهَا قَبْلَ الرُّكُوعِ حَتَّى تَنْقَضِيَ صَلَاتُهُ ” رواه أبو داود.
Artinya : dari Abdullah bin Umar ia berkata, ketika Rosulullah SAW berdiri untuk sholat beliau mengngkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua pundaknya, kemudian beliau bertakbir dengan mengangkat tangan seperti itu juga untuk ruku’, ketika ingin mengangkat tulang rusuknya beliau juga mengngkat kedua tanganya hingga sejajar kedua pundaknya dan mengucapkan : sami’allahu liman hamidah. Beliau tidak mengangkat tanganya ketika sujud dan beliauselalu mengngkat kedua tanganya disetiap takbir sebelum ruku’ sampai selesai sholatnya. (HR. Abu Dawud)
Tiga hadis yang menyatakan Rosulullah SAW. mangangkat tanganya sejajar dengan pundak beliau ini derajatnnya Shohih semua.
Dalam memahami hadis-hadis diatas Ulama’ berbeda pendapat
1- Menurut madzhab Maliki mengangkat kedua tangan sampai kedua pundak
2- Menurut madzhab Syafi’i mengangkat kedua tangan sampai pundak, yang berarti pergelangan tangan sejajar dengan pundak, jari-jari sejajar dengan telinga bagian atas dan Ibu jari sejajar dengan telinga bagian bawah. Sebagaimana penjelasan Imam Nawawi dalam kitab majmu’ dan Ibnu hajar dalam Tuhfatul Muhtaj.
3- Menurut madzhab hambali boleh memilih kedua cara tersebut
4- Menurut madzhab hanafi bagi laki-laki mengngkat tangan dengan jari-jari sejajar dengan telinga seperti madzhab syafi’i, dan bagi perempuan mengangkat tangan sejajar dengan pundak karena lebih menutup aurat bagi wanita.

KESIMPULAN

Masalah cara mengangkat tangan ini adalah masalah khilafiyah diantara para Ulama’ yang semuanya berdasarkan hadis Rosulullah SAW. Sedangkan praktek yang dilakukan masyarakat Indonesia adalah sesuai adzhab Imam Syafi’i yaitu mengangkat kedua tangan sampai kedua pundak, yang berarti pergelangan tangan sejajar dengan pundak, jari-jari sejajar dengan telinga bagian atas dan Ibu jari sejajar dengan telinga bagian bawah, Sehingga praktek itu tidak perlu di permasalahakan karena berdasarkan dalil yang shohih, bahkan jangan sampai membuat fitnah dikalangan masyarkat indonesia yang sekiranya tidak mengetahui masalah khilaf dengan melakukan carayang tidak lazimdimasyarakat setempat, kecuali yakin tidak menimbulkan fitnah perselilsihan.

Referensi :

1- Shohih Al-Bukhori
2- Shohih Muslim
3- Sunan Abi dawud
4- Sunan An-Nasai
5- Shohih Al-Hakim
6- Sunan Al-Baihaqi
7- Wahbah Az-zuhaili , Fiqhul Islami waadillatuhu
8- Imam Nawawi, Al-majmu’ syarah Muhadz-dzab
9- Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj

Jakarta : 17 Juni 2019Hadis Mengangkat Tangan Ketika Sholat
Oleh : Ust. H. Miftakhul Anwar B.Sh., MA.
Dosen Institut Agama Islam Sahid Bogor

Hadis yang menerangkan mengangkat tangan dalam sholat secara umum terbagi menjadi dua, yaitu Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan telinga dan Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan pundak. Banyak hadis shohih yang menerangkan dua cara tersebut, sebagian ulama’ mengambil salah satu cara dari hadis dan ada pula yang mengkompromikan kedua jenis hadis agar tidak ada hadis yang ditinggalkan.

A- Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan telinga. diantaraya adalah :

1- Hadis riwayat Imam Muslim
عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ : أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَقَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ. رواه مسلم
Artinya : Dari Malik bin al-huwairist bahwasnya Rosulullah SAW. Ketika bertakbir (mengawali sholat) mengangkat kedua tanganya sejajar dengan kedua telinganya, ketika ruku’ mengangkat kedua tanganya sejajar dengan kedua telingny, dan ketika bangun dari ruku’ beliau mengucapka “ samiAllahu liman hamidah.” juga melakukan hal seperti itu. (HR. Muslim)
2- Hadis riwayat Muslim
عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ: أَنَّهُ ” رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَيْهِ حِينَ دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ كَبَّرَ، – وَصَفَ هَمَّامٌ حِيَالَ أُذُنَيْهِ – ثُمَّ الْتَحَفَ بِثَوْبِهِ، ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ أَخْرَجَ يَدَيْهِ مِنَ الثَّوْبِ، ثُمَّ رَفَعَهُمَا، ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ، فَلَمَّا قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَفَعَ يَدَيْهِ فَلَمَّا، سَجَدَ سَجَدَ بَيْنَ كَفَّيْهِ
Artinya : Dari wail bin hujr, bahwa ia melihat Nabi SAW. Mengangkat kedua tangnaya ketika masuk sholat dengan bertakbir – hamam menjelaskan Rosulullah mengngkat sampai sejajar kedua telingnya – kemudian beliau merapatkan pakaian beliau, kemudian menaruh tangan kanan beliau diatas tangan kiri (didalam baju beliau yg dirapatkan ). Ketika beliau ingin ruku’ dikeluarkan kedua tanganya dari pakaian tersebut kemudia mengankat kedua tangan beliau kemudian bertakbir kemudian ruku’, ketika beliau mengucapkan ” sami’allahu liman hamidah” beliau mengakat kerua tangan beliau. Ketika beliau sujud sujud diantara kedua telapak tangan.

3- Hadis riwayat Abu dawud
عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ، قَالَ: قُلْتُ: لَأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ يُصَلِّي، قَالَ: فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَكَبَّرَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى حَاذَتَا أُذُنَيْهِ، ثُمَّ أَخَذَ شِمَالَهُ بِيَمِينِهِ فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ رَفَعَهُمَا مِثْلَ ذَلِكَ. رواه أبي داود
Artinya : Dari wail bin hujr berkata, sungguh saya melihat sholatnya Rosulullah SAW bagaimana beliau sholat. Wail berkata : Rosulullah berdiri kemudian menghadap kiblat dan bertakbir sambil mengangkat kedua tanganyasampai sejajar dengan kedua telinganya. Kemudian beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya. Ketka ingin ruku’ beliau mengangkat kedua tanganya seperti saat takbir awal. (HR. Abu Dawud)

4- Hadis riwayat An-nasai
عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ إِذَا كَبَّرَ، وَإِذَا رَكَعَ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ حَتَّى بَلَغَتَا فُرُوعَ أُذُنَيْهِ. رواه النسائي
Artinya : Dari malik bin Al-huwairis berkata, aku melihat Rosulullah SAW. Mengangkat kedua tangannya ketika takbir (awal sholat), ketika ruku’ dan ketika bangun dari Sholat . mangangkat kedua tanganya sampai bagian atas kedua telinga beliau. (HR. An-nasai).
5- Hadis riwayat hakim dan baihaqi
عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فَحَاذَى بِإِبْهَامَيْهِ أُذُنَيْهِ ثُمَّ رَكَعَ حَتَّى اسْتَقَرَّ كُلُّ مَفْصِلٍ مِنْهُ، وَانْحَطَّ بِالتَّكْبِيرِ حَتَّى سَبَقَتْ رُكْبَتَاهُ يَدَيْهِ» . رواه الحاكم والبيهقي. وقال الحاكم : هَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ.
Artinya : dari Anas ia berkata : aku melihat Rosulullah SAW. Bertakbir (memulai sholat) maka kedua ibu jari beliau sejajar dengan kedua telingnya, kemudian beliau ruku’ sehingga sendi-sendinya tidak bergerak (thuma’ninah) dan turun kebawah dengan takbir sehingga kedua lutunya mendahului kedua tangannya. (HR: Al-hakim dan Al-Baihaqi. Berkata Al-hakim, sanad hadis ini shohih sesuai syarat Imam Al-Bukhori dan Muslim)
Kelima hadis yang menyatakan Rosulullah SAW. mangangkat tanganya sejajar dengan telinga beliau ini derajatnnya Shohih semua.

B- Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan kedua pundak, diantaranya adalah :
1- Hadis riwayat Imam Bukhori dan Muslim

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: ” رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ فِي الصَّلاَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَكُونَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ حِينَ يُكَبِّرُ لِلرُّكُوعِ، وَيَفْعَلُ ذَلِكَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ، وَيَقُولُ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، وَلاَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ ” رواه البخاري ومسلم
Dari Abdullah bin Umar RA. Berkata : aku melihat Rosulullah SAW. Ketika berdiri didalam sholat mengangkat kedua tanganya sampai sejajar kedua pundaknya. Dan beliau melakukan hal itu ketika takbir untuk ruku’ dan ketika bangun dari ruku’, dan beliau mengucapkan sami’allahu liman hamidah, dan tidak mengangkat kedua tanganya ketika akan sujud. (HR: Bukhori dan muslim)

2- Hadis riwayat Imam Muslim
عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ مَنْكِبَيْهِ، وَقَبْلَ أَنْ يَرْكَعَ، وَإِذَا رَفَعَ مِنَ الرُّكُوعِ، وَلَا يَرْفَعُهُمَا بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ» رواه ومسلم
Dari salim, dari ayahnya (abdullah bin Umar) berkata: aku melihat Rosulullah SAW. Ketika membuka/mengawali sholat beliau mengangkat kedua tanganya sampai sejajar dengan kedua pundaknya, dan beliau melakukan hal itu sebelum ruku’dan ketika bangun dari ruku’, beliau tidak melkukan hal itu diantara dua sujud. (HR Muslim)

3- Hadis riwayat Imam Abu dawud
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى تَكُونَ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ كَبَّرَ وَهُمَا كَذَلِكَ فَيَرْكَعُ، ثُمَّ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْفَعَ صُلْبَهُ رَفَعَهُمَا حَتَّى تَكُونَ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ وَلَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي السُّجُودِ وَيَرْفَعُهُمَا فِي كُلِّ تَكْبِيرَةٍ يُكَبِّرُهَا قَبْلَ الرُّكُوعِ حَتَّى تَنْقَضِيَ صَلَاتُهُ ” رواه أبو داود.
Artinya : dari Abdullah bin Umar ia berkata, ketika Rosulullah SAW berdiri untuk sholat beliau mengngkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua pundaknya, kemudian beliau bertakbir dengan mengangkat tangan seperti itu juga untuk ruku’, ketika ingin mengangkat tulang rusuknya beliau juga mengngkat kedua tanganya hingga sejajar kedua pundaknya dan mengucapkan : sami’allahu liman hamidah. Beliau tidak mengangkat tanganya ketika sujud dan beliauselalu mengngkat kedua tanganya disetiap takbir sebelum ruku’ sampai selesai sholatnya. (HR. Abu Dawud)
Tiga hadis yang menyatakan Rosulullah SAW. mangangkat tanganya sejajar dengan pundak beliau ini derajatnnya Shohih semua.
Dalam memahami hadis-hadis diatas Ulama’ berbeda pendapat
1- Menurut madzhab Maliki mengangkat kedua tangan sampai kedua pundak
2- Menurut madzhab Syafi’i mengangkat kedua tangan sampai pundak, yang berarti pergelangan tangan sejajar dengan pundak, jari-jari sejajar dengan telinga bagian atas dan Ibu jari sejajar dengan telinga bagian bawah. Sebagaimana penjelasan Imam Nawawi dalam kitab majmu’ dan Ibnu hajar dalam Tuhfatul Muhtaj.
3- Menurut madzhab hambali boleh memilih kedua cara tersebut
4- Menurut madzhab hanafi bagi laki-laki mengangkat tangan dengan jari-jari sejajar dengan telinga seperti madzhab syafi’i, dan bagi perempuan mengangkat tangan sejajar dengan pundak karena lebih menutup aurat bagi wanita.

KESIMPULAN

Masalah cara mengangkat tangan ini adalah masalah khilafiyah diantara para Ulama’ yang semuanya berdasarkan hadis Rosulullah SAW. Sedangkan praktek yang dilakukan masyarakat Indonesia adalah sesuai adzhab Imam Syafi’i yaitu mengangkat kedua tangan sampai kedua pundak, yang berarti pergelangan tangan sejajar dengan pundak, jari-jari sejajar dengan telinga bagian atas dan Ibu jari sejajar dengan telinga bagian bawah, Sehingga praktek itu tidak perlu di permasalahakan karena berdasarkan dalil yang shohih, bahkan jangan sampai membuat fitnah dikalangan masyarkat indonesia yang sekiranya tidak mengetahui masalah khilaf dengan melakukan carayang tidak lazim dimasyarakat setempat, kecuali yakin tidak menimbulkan fitnah atau perselilsihan.

Referensi :

1- Shohih Al-Bukhori
2- Shohih Muslim
3- Sunan Abi dawud
4- Sunan An-Nasai
5- Shohih Al-Hakim
6- Sunan Al-Baihaqi
7- Wahbah Az-zuhaili , Fiqhul Islami waadillatuhu
8- Imam Nawawi, Al-majmu’ syarah Muhadz-dzab
9- Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj

Jakarta : 17 Juni 2019

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *