Islamic Economic Behavior Vs Capitalism Behavior (Oleh : Hasbi Ash Shiddieqy, SE, MESy)

Oleh : Hasbi Ash Shiddieqy, SE, MESy
Kaprodi Manajemen Bisnis Syariah

Agama Islam merupakan agama yang sempurna, mengatur segala hal dalam kehidupan termasuk dalam masalah ekonomi atau jual beli. Banyak sekali perilaku yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang memberikan gambaran sebagaimana sikap atau kebiasaan mereka dalam kehidupan sehari – hari yang telah membentuk hukum – hukum ekonomi dalam perspektif syariah.

Adapun behavior yang berkaitan dengan Ekonomi yang telah dilakukan oleh Nabi SAW dan para sahabat adalah sebagai berikut : “Saling memberi (hadiah) lah kalian agar kalian menjadi saling mengasihi”. (Siroh Nabawiyah). “Sesungguhnya Allah lah yang menggerakkan hati seorang penjual untuk menjual barangnya dan menggerakkan hati seorang pembeli untuk membeli barang tersebut”. Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan terlebih lagi pada bulan Ramadhan, karena sangat dermawannya harta ditangan Rasulullah seperti debu yang tertiup angin. Ketika sahabat Umar r.a. pernah menjumpai Rasulullah SAW bangun dari tempat tidurnya, Umar pun menangis melihat Rasulullah SAW karena dilihatnya banyak bekas – bekas tikar yang kasar ditubuh beliau yang mulia, Umar berkata kepada Rasulullah SAW Sesungguhhnya Engkau adalah orang yang mulia sedangkan Raja Romawi dan Persia itu hina, kenapa mereka tidur diatas Kasur yang empuk. Maka Rasulullah SAW pun bersabda biarkanlah kebaikan mereka dicepatkan didunia sedangkan kita memiliki kebaikan di akhirat.

Begitupula dengan sahabat Nabi Muhammad SAW yang mulia yaitu Abu Bakar r.a. sampai rela menyerahkan seluruh hartanya untuk disedekahkan dijalan Allah SWT. Sahabat Umar r.a . pun juga demikian memiliki kebiasaan berinfaq setiap bulannya sekitar 8 Milyar. Sahabat Utsman bin Affan r.a. pun menginfakkan hartanya untuk membeli sebuah sumur seharga 2000 dirham sehingga menjadi kekal hartanya. Sahabat Ali r.a. pun juga demikian ketika menjadi khalifah beliau membagi-bagikan seluruh hartanya untuk rakyatnya sehingga yang tersisa untuk keluarganya hanya makanan yang sudah busuk. Begitulah sifat dan perilaku Nabi dan Sahabat sehingga terbentuklah sistem ekonomi yang stabil dan jurang antara orang yang paling kaya dengan yang paling miskin tidak terlalu jauh. Hal ini terbukti pada saat zaman Umar r.a. pada saat itu daerah yaman yang paling miskin saja merasa kesulitan dalam menyalurkan dana zakat.

Berdasarkan hal tersebut. Dr. Ali Sakti membuat sebuah gambar perumpamaan memgenai hal tersebut bahwa ada istilah Need, Wants, dan Factor of Production. Need adalah kebutuhan nyata sebagai seorang manusia, contoh saja sebagai manusia kita secara wajar biasanya makan satu piring satu kali makan atau artinya adalah kebutuhan riil yang dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan wants adalah keinginan yang tidak ada batasnya yang tidak dapat ditampung oleh tubuh kita sendiri. Sedangkan factor of production adalah segala sumber daya alam yang ada yang dapat dimanfaatkan.Berdasarkan hal tersebut. Dr. Ali Sakti membuat sebuah gambar perumpamaan memgenai hal tersebut bahwa ada istilah Need, Wants, dan Factor of Production. Need adalah kebutuhan nyata sebagai seorang manusia, contoh saja sebagai manusia kita secara wajar biasanya makan satu piring satu kali makan atau artinya adalah kebutuhan riil yang dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan wants adalah keinginan yang tidak ada batasnya yang tidak dapat ditampung oleh tubuh kita sendiri. Sedangkan factor of production adalah segala sumber daya alam yang ada yang dapat dimanfaatkan.

Berdasarkan gambar 1.1 diatas menggambarkan bagaimana Islamic economics behavior pada seorang muslim akan hidup berdasarkan pada Needs nya sehingga dia tidak akan menabrak norma – norma syariah dan sumber – sumber factor produksi tidak akan habis terkuras.

Islamic Economics behavior juga akan membentuk titik permasalahan ekonomi secara tepat, menurut Dr. Ali Sakti yang menjadi permasalahan ekonomi adalah pendistribusian sumber factor produksi, ketika sumber factor produksi terdistribusi dengan baik tanpa adanya distorsi pasar seperti penipuan, penimbunan, dan penggelapan maka permasalahan ekonomi tidak akan pernah ada. Begitu pula pada prinsip – prinsip ekonomi Islam, menurut Dr. Ali Sakti prinsip – prinsip ekonomi adalah :

  1. Hidup hemat dan tidak bermewah – mewahan
  2. Menjalankan usaha yang halal
  3. Menjalankan zakat
  4. Penghapusan/ pelarangan riba.

Sedangkan menurut capitalism behavior memiliki kontra pemikiran yang sangat jauh, memang karena capitalism ini berawal dari pemikiran manusia saja tanpa adanya bimbingan dari Allah SWT. Ada beberapa pendapat yang mendominasi capitalism behavior yaitu :

  1. Jeremy Bantham (1748-1823) Rasionalitas berpegang pada prinsip maximizing pleasure minimizing painDengan demikian, asumsi yang digunakan oleh Bentham adalah;
    a) kesenangan yang paling besar adalah yang jumlahnya paling banyak (the greatest happiness of the greatest number).
    b) tindakan yang baik adalah segala tindakan yang mengarahkan manusia menambah jumlah kesenangan, sementara tindakan yang tidak mengarah kepada kesenangan atau yang mengurangi jumlahnya adalah tindakan yang tidak baik.
  2. Adam Smith (1776)
    Capitalism is based upon individual self interest and the pursuit of monetary gain
    Humans are largely ruled by sentiments, feelings and passions. Theology is not a source of guaranteed truth (spencer j. pack on smith’s view)
    The capitalist economy is not the result of total conscious planning
    Similarly, the moral education and socialization of a human is not the result of total conscious planning. It is the result of the constant feedback of society to the actions of the individual
  3. F.Y Edgeworth (1881)
    Egoism merupakan nilai yang konsisten dalam diri setiap manusia yang mempengaruhi setiap keputusan-keputusan hidup, termasuk keputusan ekonomi.

Berdasarkan dari pemikiran – pemikiran dan behavior tersebut akhirnya menjadi sebuah perilaku yang berkesinambungan yang akhirnya membentuk sebuah teori yang mengakar dari permasalahan dan prinsip ekonomi kapitalis. Sebagaimana telah diketahui sebelumnya bahwa yang menjadi permasalahan adalah adanya keterbatasan sumber factor produksi yang dihadapkan dengan keinginan yang tidak terbatas. Hal ini sangat jelas bahwa permasalahan ekonomi ada akibat pemikiran F.Y. Edgeworth bahwa egois (nilai pengakuan diri sendiri) menjadi pengaruh dalam pengambilan keputusan ekonomi sehingga tidak memiliki tolok ukur dalam pemenuhan kebutuhan. Sebagaimana juga pada prinsip ekonomi kapitalis yang sangat mencerminkan individualism yaitu Berkorban sedikit (sekecil) mungkin untuk mendapatkan hasil yang sebesar – besarnya. Jelaslah bahwa prinsip ekonomi ini dipengaruhi oleh pemikiran Jeremy Bentham mengenai teori rasionalitasnya dan juga adam smith yang mengatakan bahwa kapitalis berdasarkan pada kepentingan pribadi dan bertambahnya uang.

Setelah kita amati dan bandingkan bahwa ekonomi Islam yang berawal dari Islamic behavior sangat menjaga nilai dan batas – batas kemanusiaan sehingga ketimpangan – ketimpangan ekonomi sangat jarang dan bahkan tidak terjadi ketika nilai – nilai Islamic tersebut dapat dijaga. Sedangkan pada pemikiran dan capitalism behavior bahwa segala sesuatu diserahkan pada masing – masing individu dan tidak memiliki tolok ukur nilai yang jelas sehingga ketimpangan ekonomi sangat sering terjadi dan bahkan dapat dikatakan selalu terjadi.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai pebandingan Islamic Economic Behavior dan Capitalism Behavior, semoga para pembaca dapat berfikir jernih dan memilih yang terbaik diantara keduanya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *