Sinergi BEM INAIS dengan Forum Mahasiswa Bogor melalui Diskusi Publik

Adapun pembicara pada acara diskusi publik ini telah menghadirkan sosok tokoh yang hebat yang tidak bisa ragukan di Kabupaten Bogor ini bahkan sampai di Indonesia samapai luar negeridari anggota DPRD Kab. Bogor Bapak Ruhiyat Sujana, Direktur DEEP indonesia Bapak Yusfitriadi, M.Pd, dan perwakilan dari Civitas Kampus yang diwakili oleh Bapak Buchori Muslim, S.Ag.,M.Si.

Peserta diskusi publik ini terdiri dari mahasiswa INAIS Bogor, keluarga Besar FMB, dan OKP-OKP yang ada di Bogor. Dalam diskusi kali pembicara berharap agar bisa melahirkan generasi yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Menurut Direktur DEEP Indonesia, Yusfitriadi mengatakan, sepakat seluruh Indonesia ini dan khususnya Kabupaten Bogor gagap menghadapi musibah non alam yakni pandemi Covid-19.

“Tidak dirancang, tidak diantisipasi, sehingga regulasinya tidak ada hingga semuanya gagap, sehingga kemudian pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, karena memang faktanya tidak bisa. Namun memang pemerintah tidak kapabel menangani hal ini,” ujarnya.

Lanjutnya, kurangnya keterbukaan terkait anggaran pemerintah kabupaten (Pemkab) yang di nilai belum transparan. “Seharunya transparansi laporan progres yang setiap bulan dan tidak ada akun transparansi mengenai anggaran,” tegasnya.

Di tempat lain Ketua FMB yang baru Raju Zalikal Azhari menuturkan, dengan adanya kepengurusan baru akan ada warna baru dalam pergerakan kedepan.

“Dengan adanya estafet kepemimpinan kepungurusan FMB yang baru, bisa membawa angin segar dan warna baru dalam pergerakan FMB, serta dapat menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan pengawalan agar terciptanya perubahan di kabupaten Bogor yang lebih baik, ” terang Raju.

Iapun menambahkan organisasi kemahasiswaan berperan sebagai sarana pengembangan diri dan perluasan integritas. “Dalam dunia kemahasiswaan, eksistensi suatu organisasi telah menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dari mahasiswa itu sendiri. Pada realisasinya, organisasi kemahasiswaan berperan sebagai sarana pengembangan diri serta perluasan integritas dan bagi mahasiswa, ” tuntasnya.

Disisi lain dari wakil rektor INAIS pun menambahkan bahwa Mahasiswa sekarang kehilangan jati dirinya, tidak ada lagi mahasiswa yang kritis dalam berpikir dan pergerakannya pun mulai mengalami penurunan. Beliau menuturkan “Mahasiswa sekarang setelah lulus dari perguruan tinggi berorientasi untuk bekerja bukan untuk membangun usahanya sendiri, dan setiap pergerakannya selalu meminta-minta” beliau juga mengharapkan untuk mahasiswa memiliki usahanya sendiri untuk menjadi modal pergerakan mahasiswa itu sendiri.

Bapak Ruhiyat Sujana pun memberi pernyataan bahwa ” Mahasiwa harus bisa aktif ikut andil dalam membangun Kabupaten Bogor yang lebih berkemajuan” Ujar anggota DPRD Kab.Bogor itu. Selain ini beliau pun berharap bahwa mahasiswa bisa selalu kritis dan mengambil sikap atas persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Bogor ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *