Pada hari Kamis, tanggal 30 Juli 2026, telah dilaksanakan kegiatan “Dari Ladang untuk Pembelajaran: Kegiatan Berkebun Bersama Petani Kampung Wates” yang merupakan salah satu Kegiatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Agama Islam Sahid Bogor Tahun 2026 di Kampung Wates, Desa Kiarapandak. Kegiatan ini diikuti oleh Mahasiswa KKN bersama para petani setempat sebagai upaya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lingkungan pertanian. Program ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik pertanian, meningkatkan kepedulian terhadap sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan, serta mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat desa.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta KKN-T memperoleh penjelasan mengenai kondisi lahan pertanian, jenis tanaman yang dibudidayakan, teknik pengolahan tanah, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, kendala dan Hama pada tanaman, hingga cara pemanenan hasil pertanian sesuai dengan pengalaman para petani. Mahasiswa turut berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan berkebun dengan didampingi oleh petani Kampung Wates yang dikelola oleh Bapak Sajim sendiri selaku ketua RT 04. Adapun Tanaman yang Peserta KKN-T dan Petani belajar merawat dan memanen mulai dari jambu kristal, cabai, Sayuran dan lain sebagainya. sehingga proses pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis mengenai pengelolaan lahan pertanian. Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh antusiasme, dan disertai diskusi interaktif mengenai tantangan serta potensi pengembangan sektor pertanian di Desa Kiarapandak.
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan tersebut, program “Dari Ladang untuk Pembelajaran: Kegiatan Berkebun Bersama Petani Kampung Wates” telah terlaksana dengan baik, lancar, dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, memahami pentingnya peran petani dalam mendukung ketahanan pangan, serta mampu menumbuhkan sikap peduli terhadap pengembangan potensi pertanian di desa.





