Dari Ruang Kelas ke Rumah Kasepuhan: Mahasiswa KKN-T INAIS Bogor Berbagi Ilmu, Berdiskusi Persiapan Seren Taun, dan Kenalkan Inovasi Abon Trubuk (Tebu Telur)

Sukajaya, BOGOR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kegiatan diawali dengan mengajar di PAUD KB Luvitha, Kampung Gunung Leutik, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan silaturahmi ke Rumah Kasepuhan Abah Suhandi di Kampung Ciparahu untuk berdiskusi mengenai persiapan pelaksanaan Seren Taun yang akan diselenggarakan oleh masyarakat, sekaligus memperkenalkan inovasi pangan lokal berupa Abon Trubuk (Tebu Telur).

Kegiatan pembelajaran di PAUD KB Luvitha berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan. Mahasiswa menghadirkan proses belajar yang interaktif melalui permainan edukatif, bernyanyi bersama, pengenalan huruf dan angka, serta penanaman nilai-nilai karakter. Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan, menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.

Usai kegiatan mengajar, mahasiswa melanjutkan agenda silaturahmi ke Rumah Kasepuhan Abah Suhandi di Kampung Ciparahu. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Bapak Adih selaku Ketua RT 05 RW 07 Kampung Ciparahu, yang bersama Abah Suhandi dan masyarakat berdiskusi mengenai berbagai persiapan pelaksanaan Seren Taun, sebuah tradisi adat yang akan diselenggarakan oleh masyarakat Desa Kiarasari. Diskusi berlangsung hangat dengan membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan, keterlibatan warga, serta pentingnya menjaga semangat gotong royong dalam menyukseskan acara adat tersebut.

Pada kesempatan yang sama, mahasiswa KKN-T memperkenalkan hasil inovasi berupa Abon Trubuk (Tebu Telur), yaitu abon vegetarian yang diolah dari Trubuk (Tebu Telur) sebagai bentuk pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Produk inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pangan sehat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi masyarakat.

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai proses pembuatan dan manfaat produk, Abah Suhandi, Bapak Adih, dan Abid berkesempatan mencicipi langsung Abon Trubuk yang disajikan bersama nasi hangat.

Sambil tersenyum, Abah Suhandi menyampaikan kesannya dalam bahasa Sunda,

“Ieu mah raos pisan. Teu nyangka Trubuk (Tebu Telur) tiasa diolah janten abon sapertos kieu. Gurih pisan sareng cocog didahar sareng sangu. Mugi ieu tiasa janten produk anu dipikaresep ku seueur jalmi.”

(Terjemahan: “Ini benar-benar enak. Saya tidak menyangka Trubuk (Tebu Telur) dapat diolah menjadi abon seperti ini. Rasanya gurih dan sangat cocok dimakan bersama nasi. Semoga produk ini dapat disukai oleh banyak orang.”)

Senada dengan itu, Bapak Adih juga memberikan apresiasi.

“Rasana ngeunah pisan, gurih, sareng cocog janten kadaharan sapopoe. Upami dikembangkeun kalayan hadé, ieu tiasa janten salah sahiji produk unggulan ti Desa Kiarasari.”

(Terjemahan: “Rasanya sangat enak, gurih, dan cocok menjadi makanan sehari-hari. Jika dikembangkan dengan baik, produk ini dapat menjadi salah satu produk unggulan Desa Kiarasari.”)

Abid pun turut menyampaikan pendapatnya.

“Abdi resep pisan kana rasana. Lezat, unik, sareng gaduh poténsi ageung kanggo dipasarkeun. Mugi produk ieu tiasa janten kasempetan usaha kanggo warga.”

(Terjemahan: “Saya sangat menyukai rasanya.Lezat, unik, dan memiliki potensi besar untuk dipasarkan. Semoga produk ini dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat.”)

Mahasiswa KKN-T menjelaskan bahwa inovasi Abon Trubuk (Tebu Telur) merupakan salah satu bentuk pemanfaatan potensi pangan lokal yang memiliki nilai tambah. Melalui inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat melihat peluang pengembangan produk lokal yang bernilai ekonomi tanpa meninggalkan kekayaan sumber daya yang dimiliki Desa Kiarasari.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara mahasiswa, tokoh adat, aparatur lingkungan, dan masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi dalam mempererat silaturahmi, mendukung berbagai kegiatan masyarakat, serta menggali potensi lokal melalui inovasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kemajuan Desa Kiarasari.

Tag Post :
Share This :