BOGOR – Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor memperluas jejaring kolaborasi akademik dan kelembagaan dengan IPB University melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu, 2 September 2026. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kedua perguruan tinggi dalam mendorong berbagai program yang memberikan manfaat bagi pendidikan tinggi dan masyarakat.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor INAIS Bogor Prof. Dr. Farah Fahma dan Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama dan Alumni IPB University Prof. Dr. Ir. Iskandar Z. Siregar.
Melalui kesepakatan tersebut, INAIS Bogor dan IPB University membuka ruang kolaborasi dalam sejumlah bidang, di antaranya pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya, serta berbagai kegiatan lain yang dapat dikembangkan secara bersama.
Kerja sama ini juga menjadi peluang untuk mempertemukan kekuatan keilmuan kedua institusi. INAIS Bogor memiliki basis pendidikan Islam dan pengembangan wakaf, sementara IPB University memiliki pengalaman dan kompetensi yang kuat dalam bidang sains, teknologi, riset, serta pengembangan masyarakat.
Kegiatan penandatanganan turut dihadiri Pembina Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khotimah (YWSHK) Hj. Sri Bimastuti Handayani Sukamdani, B. Bus., Direktur Eksekutif YWSHK Al-Ustadz Ilham Alamsyah, jajaran pengurus yayasan, serta pimpinan dan sivitas akademika INAIS Bogor.
Dari pihak IPB University, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan fakultas, antara lain Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Fakultas Teknik dan Teknologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Fakultas Ekonomi dan Manajemen.
Kehadiran berbagai unsur fakultas tersebut memperlihatkan besarnya ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan. Kerja sama tidak hanya terbatas pada satu bidang keilmuan, tetapi dapat melibatkan berbagai disiplin sesuai dengan kebutuhan program yang akan dijalankan.
Kawasan Wakaf 72 Hektare Jadi Peluang Pengembangan
Salah satu potensi strategis yang menjadi perhatian dalam kerja sama tersebut adalah kawasan wakaf yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khotimah (YWSHK) dengan luas sekitar 72 hektare.
Menurut Rektor INAIS Bogor Prof. Dr. Farah Fahma, kawasan dengan luasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang dapat mendukung berbagai aktivitas pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kawasan ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi lintas keilmuan. Dukungan riset dan teknologi dari IPB University dapat dipadukan dengan pengalaman INAIS dan YWSHK dalam bidang pendidikan Islam serta pengelolaan wakaf,” ujarnya.
Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan institusi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Pengembangan kawasan juga dapat diarahkan pada pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek pendidikan, teknologi, penelitian, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan wakaf produktif.
Dari MoU Menuju Program Nyata
Prof. Dr. Farah Fahma menegaskan bahwa penandatanganan MoU merupakan langkah awal dari kerja sama yang lebih luas. Ia berharap kesepakatan tersebut dapat segera diwujudkan melalui program-program konkret yang melibatkan dosen, mahasiswa, peneliti, yayasan, serta masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara INAIS Bogor, YWSHK, dan IPB University memiliki peluang untuk membangun ekosistem pengembangan kawasan yang menghubungkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan program nyata yang mengintegrasikan pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, wakaf produktif, dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi yang dimiliki kawasan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya.
Kerja sama INAIS Bogor dan IPB University diharapkan menjadi awal dari berbagai inovasi dan program strategis yang mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi wakaf sebagai salah satu sumber daya produktif untuk kemajuan bersama.


