Program KKN Tematik INAIS Bogor di Desa Kalong Liud melaksanakan dua kegiatan utama yang bertujuan mendukung kesadaran lingkungan dan pemberdayaan pertanian lokal. Pada persiapan kegiatan, mahasiswa melakukan koordinasi dengan pihak kelompok tani Taruna Muda serta mengumpulkan data terkait durasi waktu penguraian berbagai jenis sampah plastik sebagai bahan edukasi. Informasi ini kemudian dituangkan kedalam plang edukasi sampah yang menegaskan bahwa sampah sterofoam tidak dapat terurai, sampah botol plastik butuh waktu 450 tahun, sampah kaleng plastik 200 tahun, plastik kopi 20 tahun, plastik pada umumnya lebih dari 12 tahun, dan sampah dus plastik susu selama 5 tahun. Persiapan tersebut juga meliputi perancangan rak pekarangan rumah yang akan dimanfaatkan untuk menanam hortikultura.
Kegiatan pembuatan dan pemasangan plang edukasi sampah dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Agustus 2025, di area sekretariat Garitan kelompok tani Taruna Muda pada RW.009 Kampung Bongas, Desa Kalong Liud. Plang ini berfungsi sebagai media informasi yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Selanjutnya, pada Selasa, 26 Agustus 2025, mahasiswa KKN membuat rak pekarangan rumah yang dipasang di lokasi yang sama sebagai sarana penanaman tanaman hortikultura. Rak pekarangan ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan pekarangan sekaligus memperkenalkan teknik bercocok tanam bagi warga desa.
Faktor pendukung terlaksananya program ini adalah dukungan aktif dari kelompok tani Taruna Muda, ketersediaan bahan dan lokasi yang strategis di sekretariat Garitan, serta antusiasme mahasiswa KKN dalam menjalankan program. Selain itu, keterlibatan masyarakat Desa Kalong Liud dalam kegiatan ini turut mempermudah proses sosialisasi dan adopsi hasil program.
Menurut Kang Wahyu, S.E, Ketua Kelompok Tani Taruna Muda, program pembuatan plang edukasi sampah dan rak pekarangan ini sangat tepat sasaran karena menyasar seluruh lapisan masyarakat desa. Ia menilai program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan produktif, sekaligus memberikan edukasi penting mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Kang Wahyu juga berharap program ini dapat berkelanjutan dan memicu inisiatif lain dari warga untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal.






