
Strategi pemasaran merupakan rencana yang dijalankan oleh perusahaan pembuat produk atau layanan secara terus-menerus untuk menguasai persaingan di pasar. Penyusunan rencana bisnis secara menyeluruh didasarkan pada strategi pemasaran. Penetapan strategi ini bertujuan untuk mencapai target-target pemasaran. Perencanaan strategi pemasaran dilakukan dengan cara mengembangkan keunggulan kompetitif dan program pemasaran yang bertujuan untuk melayani pasar yang dituju.
Di-Era digital seperti ini bukan hanya Perusahaan besar saja yang bisa membuat pemasaran digital, namun mahasiswa bahkan pedagang kecilpun bisa dengan memanfaatkan personal branding untuk mempromosikan barang dagangan atau bahkan merintis bisnis dari nol. Nah sebelum terjun langsung untuk memulai bisnis alangkah baiknya mengetahui langkah awal yang harus disiapkan dengan memahami strategi pemasaran digital.
1. Pahami Target Yang Dituju
Langkah awal yang harus dilakukan untuk memulai bisnis adalah dengan menentukan target pasar barang dagangan. Misal kamu menjual totebag maka target pasarnya adalah remaja wanita, jika kamu menjual alat pijat maka target pasarnya adalah pegawai yang Lelah bekerja atau lansia.
Langkah-langkah untuk menentukan target pasar:
- Melakukan survey lewat google form
- Menganalisis tren dimedia sosial seperti apa yang sedang ramai dibahas
- Menganalisis kompetitor langsung maupun tidak langsung
2. Memanfaatkan Media Sosial Dengan Cerdas
Media sosial menjadi hal yang digemari oleh semua orang, hampir seluruh orang di dunia memiliki media sosial. Terutama bagi mahasiswa atau kalangan muda lain yang dapat dijadikan sebagai senjata pemasaran digital agar produk yang dapat di pasarkan lebih luas. Instagram dan Tiktok menjadi platform paling popular di-Era ini sehingga banyak Perusahaan yang memanfaatkan platform ini untuk memasarrkan produknya agar menjangkau konsumen lebih banyak.
Beberapa tips yang dapat digunakan untuk memasarkan produk lewat platform ini:
- Gunakan konten yang menarik dengan visual yang bagus agar penonton tidak cepat bosan saat melihat video tersebut
- Tulis caption yang menarik dan gunakan kalimat yang tidak bertele-tele
- Membalas komentar atau Chat dengan ramah agar konsumen merasa dihargai
- Gunakan hastag yang relevan.
3. Bangun Personal Branding
Bangun personal branding sebaik mungkin, seperti memberikan ciri khas tertentu sehingga konsumen dengan mudah mengenali produk atau Jasa yang ditawarkan. Misal Jasa yang ingin ditawarkan kepada konsumen adalah Desain Grafis, konten yang dibuat harus memiliki ciri khas tertentu seperti tone pencahayaan, atau Teknik pembuatan. Selain itu bisa juga memberikan tutorial pembuatan atau tips cara membuat desain grafis dari nol. Personal branding juga dapat membantu kamu dikenali sebagai ahli dibidang tertentu.
4. Pelajari SEO (Search Engine Optimization)
Setelah produk di pasarkan di media sosial, gunakan SEO agar kontenmu mudah ditemukan. Seperti memberikan kata kunci (Keywords) yang banyak dicari, membuat artikel yang menarik minat konsumen dan tambahkan gambar atau judul yang menarik sehingga konsumen akan tertarikpada produk atau jasa yang ditawarkan.
5. Coba Iklan Digital Skala Kecil
Selain membuat konten sendiri, kamu bisa bekerja sama dengan influencer kecil atau google ads yang bisa diakses mulai dari Rp. 20.000-50.000 saja. Gunakan iklan ini untuk memperkenalkan produk, mengetes respon pasar dan menarik pengunjung untuk melihat profile penjualan.
Kesimpulan
Sebagai Mahasiswa memahami strategi pemasaran bisa menjadi bekal yang berharga bagi masa depan, karena dapat membantu pekerjaan, mendapatkan jenjang karir yang bagus, serta dapat memasarkan produk atau jasa dengan baik. Hal ini bisa dimulai dari yang terkecil seperti membuat blog, atau konten. Yang terpenting adalah konsistensi, keinginan belajar yang tinggi serta kreatif dapat membuat bisnismu berkembang sedikit demi sedikit.
Di dunia digital siapa yang lebih cepat beradaptasi dialah pemenangnya, jadi jangan tunggu lulus dulu untuk memulai bisnis yang selalu menjadi angan-mu. Mulailah membangun jejak digital mulai dari sekarang.
Penulis Oleh : Rani Anggraeni (MBS)

