
Bogor, 14 Juli 2025 — Institut Agama Islam Sahid (INAIS) kembali menggelar kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) INAIS BOGOR 2025 pada hari Senin, 14 Juli 2025, bertempat di Bale Edi Raya Kampus INAIS. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka menyiapkan para mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor INAIS, para Dekan dan Ketua Program Studi, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKNT 2025. Dalam sambutannya, Rektor INAIS memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tetap semangat dalam menyelesaikan program kerja, menjaga kesehatan, menjaga adab selama berada di lokasi, serta menjaga nama baik kampus INAIS.
Pembekalan ini menghadirkan tiga pemateri dari masing-masing fakultas untuk menyampaikan materi sesuai dengan tema besar KKN, yaitu “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Kreatif, Inovasi Pendidikan dan Literasi Digital Di Era Transformasi Sosial.”
1.Ekonomi Kreatif Sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat di Era Transformasi Sosial,
Materi pertama disampaikan oleh Bapak Rully Trihantana, M.Si. Dekan sekaligus dosen perwakilan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Dalam paparannya, beliau menyoroti potensi besar ekonomi kreatif di Kecamatan Nanggung, terutama di sektor pertanian, pariwisata, dan kerajinan tangan.
Menurut beliau, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Beliau juga menjelaskan beberapa strategi pengembangan ekonomi kreatif di pedesaan, khususnya di lokasi KKN, seperti mengidentifikasi potensi sumber daya, memanfaatkan peluang usaha lokal, merancang konsep desa kreatif hingga implementasi ekonomi kreatif.
2.Literasi Digital Sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat di Era Transformasi Sosial,
Materi kedua disampaikan oleh Ibu Febri Palupi Muslikhah, M.Si. Dekan sekaligus perwakilan dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FIDK). Beliau menjelaskan tentang empat pilar literasi digital, yakni Digital Skills (Kecakapan Digital), Digital Culture (Budaya Digital), Digital Ethics (Etika Digital), Digital Safety (Keamanan Digital)
Ibu Febri juga menekankan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial dan ruang digital. Dalam penjelasannya, mahasiswa diajak untuk menjadi agen literasi digital yang mampu mendorong pemanfaatan teknologi secara positif dan produktif di masyarakat.
3. Inovasi Pendidikan Sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat di Era Transformasi Sosial,
Pemateri ketiga, Bapak Samsul Huda, M.Si., Kaprodi PGMI sekaligus perwakilan dosen dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), menyampaikan materi tentang Inovasi Pendidikan. Ia memaparkan berbagai bentuk inovasi seperti penggunaan teknologi dalam pembelajaran, penerapan metode aktif, pengembangan kurikulum berbasis karakter, serta penguatan SDM pendidikan.
Lebih jauh, beliau menjelaskan implementasi inovasi pendidikan melalui kerja sama dengan komunitas, evaluasi berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan program-program seperti pelatihan keterampilan kerja, pendidikan kewirausahaan, gerakan menulis cerita desa, mentoring guru, hingga digitalisasi PKMB dan program literasi digital.
Semangat dan Kebersamaan di Tengah Pembekalan
Pembekalan ini juga diselingi dengan penampilan kreatif dari setiap kelompok mahasiswa yang menghadirkan hiburan dan semangat kebersamaan di tengah-tengah sesi materi. Penampilan ini menjadi hiburan yang menyegarkan di sela-sela penyampaian materi, sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan kerja sama antar peserta.
Dengan bekal ilmu dan semangat yang dibangun melalui pembekalan ini, mahasiswa INAIS siap diberangkatkan ke lokasi KKN membawa misi pengabdian yang nyata dan berdampak bagi masyarakat, khususnya di lokasi KKN yaitu di beberapa desa Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor. Semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan diharapkan menjadi bekal utama mereka selama menjalani masa pengabdian di lapangan.

