Seminar Kebudayaan BEM INAIS Bogor

Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Sahid Bogor ( BEM INAIS)  periode 20/21 pada Senin (05/04/21) telah melaksanakan kegiatan Seminar Kebudayaan. Seminar ini merupakan program kerja dari salah satu kementrian dalam BEM INAIS yaitu Kementerian Seni dan Budaya, kegiatan seminar ini bermula dari kesadaran bahwa kaum milenial sangat rentan terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang menyebabkan terjadinya degradasi budaya dan hilangnya kebanggaan pada kearifan lokal daerahnya sendiri. Seminar ini bertemakan”Bangkitkan Kebudayaan dan Kearifan Lokal di Tengah Derasnya Pengaruh Pergaulan di Era Milenial”. Harapannya para milenial dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan kearifan lokal daerah, dengan tidak terpengaruh hal-hal negatif dari era milenial ini. 

Pemaparan materi Seminar Kebudayaan oleh Narasumber

Seperti hal nya yang disampaikan oleh ketua pelaksana kegiatan (Nina Mulniasari) seminar budaya ini ” Seiring berkembangnya zaman, teknologi yang semakin canggih dan ditambah dengan arus globalisasi yang begitu derasnya hingga mengubah gaya hidup, cara pandang dan budaya dari generasi millennials”. Dari pernyataan itu maka kami melibatkan peserta seminar ini dari 22 sekolah menengah atas dan 5 kampus daerah Bogor Barat dimana para siswa dan mahasiswa ini adalah kaum milenial yang butuh dibangkitkan jiwa kebudayaannya dan rasa cinta pada daerahnya. “Saya menganggap kegiatan ini sangat penting dan luar biasa untuk meningkatkan menggelorakan dan juga menguatkan nilai-nilai kearifan lokal di tengah berbagai tantangan kehidupan di masyarakat kemudian saya berharap kepada seluruh peserta yang hadir di sini bisa mendapatkan manfaat baik secara praktis maupun non praktis”, papar ketua pelaksana. Selain ketua pelaksana presiden mahasiswa BEM INAIS pun memberikan sambutannya “Kp.Cina, kp.Arab ada tapi kampung sunda itu tidak ada. Banyak yang mengaku sebagai suku sunda tapi lupa akan budayanya sendiri, Lucu memang jikalau kita ingat dan perhatikan sesungguhnya kita sedang di jajah baik oleh budaya dari luar.

Acara seminar ini juga dihadiri oleh kepala bagian kemahasiswaan bapak Miftkhul Anwar B.Sh., M.A beliau juga ikut menuturkan sambutan beserta harapannya untuk kaum milenial. Acara ini dibuka langsung oleh wakil rektor Institut Agama Islam Sahid Bogor bapak Ujang Buchori Muslim, S.Ag.,M.Si. Pembicara pada seminar budaya ini terdiri dari Rd. Ace Sumantra beliau adalah budayawan Jawa Barat serta Kang Diky Nurhidayat S.Pd sebagai ketua kaderisasi dari DAMAS (Daya Mahasiswa Sunda) cabang Bogor. Keduanya tentunya sudah tidak diragukan lagi sepak terjang dalam dunia kebudayaan dan berkompeten dalam bidangnya.

Pemberian sertifikat penghargaan kepada para Narasumber oleh Ketua Pelaksana

Rd. Ace Sumantra menjelaskan bahwa ada beberapa objek kemajuan kebudayaan yang sesuai pasal 5 UUD RI meliputi: tradisi lisan, manuskrip,adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional. ” Sudah sangat nyata bahwa begitu penting kebudayaan terpelihara dan tetap dilestarikan agar tumbuh dan berkembang dari jaman ke jaman. Atas dasar itu perlu adanya regulasi turunannya seperti: Peraturan Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) atau Peraturan Gubernur, Peraturan Bupati dan Walikota. Paling tidak adanya intruksi untuk melestarikan seni budaya sehingga tetap tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat yang majemuk”, tutur beliau. Lalu pembicara kedua kang Diky Nurhidayat S.Pd beliau menuturkan bahwa ” kita berbudaya, ini salah satu implementasi dari program bupati bogor yaitu pancakarsa untuk bogor berbudaya. Sebagai milenial kita harus tau budaya-budaya daerah kita khususnya sunda. Mulai dari musik, tarian dan permainan-permainan (kaulinan) khas daerah sunda. Selain tau kita juga harus menjaga jangan sampai budaya kita diakui/direbut oleh negeri lain maupun orang asing”.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *